Tips Sukses Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

Harga :  Rp  145.000,-

 FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS
Jenis Produk  & Jumlahnya#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP
KIRIM KE  0812 10 1 10 323


PENYAKIT JANTUNG PEMBUNUH NOMER WAHID DI DUNIA

Jantung adalah organ tubuh yang bertugas memompa darah yang kaya sari makanan dan oksigen keseluruh tubuh sehingga metabolism tubuh dapat berjalan lancar. Bilik kiri jantung berfungsi memompa darah bersih (kaya oksigen) ke seluruh tubuh.

Bilik kanan jantung menampung darah (yang rendah oksigen) yang kemudian dialirkan ke hati untuk dibersihkan. Ukuran jantung normal sebesar kepalan tangan kiri pemiliknya.

Jantung terus bekerja sepanjang hari selama hidup manusia. Jantung berdenyut normal sebanyak 60-80 kali per menit, denyutan bertambah cepat pada saat aktivitas atau emosi, agar kebutuhan energy yang diperlukan tubuh terpenuhi. Dalam sehari semalam, jantung berdenyut lebih dari 100 ribu kali. Kata istirahatbagi jantung tida berarti berhenti berdenyut, tetapi berdenyut minimal. Itu sebabnya, tidur menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan jantung dan semua anggota tubuh yang vital.

Penyakit jantung adalah suatu kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat berfungsi dengan baik. Ada banyak jenis penyakit jantung, tetapi yang paling banyak terjadi adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyakit ini menjadi pembunuh nomer satu di dunia dan di Indonesia. Penyakit Jantung Koroner terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner.

Pembuluh darah menyempit akibat adanya penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Ketika arteri atau pembuluh darah tersumbat , aliran darah ke otot jantung berkurang atau justru berhenti sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah.

Pembentukan plak lemak dalam arteri selanjutnya mendorong munculnya serangan jantung. Dan bukan rahasia lagi pengobatan konvensional kedokteran solusi akhirnya pasti dengan ” PISAU BEDAH ” dan biaya mahal.

Penyebab jantung koroner adalah karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner, yang dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat, kurangnya beraktifitas dan berolahraga, Kecanduan rokok dan alkohol, stress yang berkepanjangan, hipertensi dan kolesterol tinggi.

Faktor penyebab penyempitan pembuluh darah

  • Faktor usia : Penyempitan pembuluh darah biasanya terjadi akibat proses arterosclerosis, yaitu terbentuknya bercak menebal pada dinding pembuluh arteri bagian dalam, sehingga mempersempit aliran darah ke otot jantung. Penyempitan itu bisa terus menebal hingga menutupi aliran darah dalam arteri koronaria, yang akhirnya membunuh jantung. Proses arteroclerosis sering terjadi akibat faktor usia, yakni faktor yang tidak bisa dicegah karena proses alamiah.
  • Faktor bawaan sejak lahir : Faktor ini juga sulit untuk dikendalikan
  • Faktor kolesterol tinggi :Sebenarnya kolesterol dibutuhkan untuk memelihara kelangsungan fungsi-fungsi organ, akan tetapi bila kadar kolesterol dalam darah tinggi dapat mempermudah terjadinya bercak pada dinding dalam arteri koronaria.

Gejala umum yang sering terjadi adalah

  • Rasa sakit seperti ditusuk jarum, tersayat, tertekan atau terasa berat di dada sebelah kiri,
  • Leher trasa tercekik,
  • Punggung dan lengan kiri tegang dan kaku-kaku,
  • Keluar keringat dingin.

Solusi Menghindari Gangguan Jantung:

  • Melakukan pengobatan hingga kadar kolesterol menjadi normal
  • Kontrol makanan yang dikonsumsi, gizi seimbang, diet kolesterol, dan lemak jenuh
  • Berhenti merokok dan minum alkohol
  • Menghindari stress. Buatlah suasana yang menyenangkan dan lakukan relaksasi-relaksasi setiap hari.
  • Memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat dengan berolahraga secara teratur
  • Turunkan berat badan jika mengalami kegemukan
  • Minum herbal Pro Koles 2 x sehari 2 kapsul
  • Minum herbal CARDIOCARE 3 x sehari 3 kapsul

CARDIOCARE adalah herbal 100% alami yang diformulasikan secara khusus untuk mengatasi dan mencegah gangguan kesehatan jantung dengan efek farmakologi yang potensial menjadikan cardioherba semakin berkhasiat dan dapat mencegah terjadinya komplikasi akibat gangguan jantung seperti nyeri dada (angina pectoris), kesulitan bernafas (dyspnea), jantung berdebar (palpitation), keletihan (fatigue), bengkak pada kaki disebabkan pengumpulan lendir di pembuluh darah (edema). Penggunanan jangka lama tidak menimbulkan efek samping .

Insyallah berkhasiat

  • menguatkan kerja jantung
  • mencegah penyumbatan pembuluh darah
  • mencegah penyakit jantung koroner (PJK)
  • mencegah dan mengatasi gangguan jantung seperti nyeri dada (angina pectoris), kesulitan bernafas (dyspnea), jantung berdebar (palpitation), keletihan (fatigue), bengkak pada kaki disebabkan pengumpulan lendir di pembuluh darah (edema)

Komposisi

  • Blumea balsamifera
  • Gynura precumbens
  • Gynura sagetum
  • Cintella asiatica
  • Morinda citrifolia

Bagaimana herbal CARDIOCARE bekerja sebagai obat penyakit jantung?
Adalah herbal Cardiocare CARDIOCARE sangatlah efektif dan dipercaya sebagai herbal yang dapat mengatasi gangguan-gangguan pada jantung. Herbal CARDIOCARE terbuat dari ramuan yang terdiri dari beberapa tanaman obat yang dimaksudkan agar terjadi efek farmakologi yang potensial (berkhasiat lebih kuat), diantara efek farmakologi itu adalah:

  • Kardiotonic (menguatkan jantung)
  • Anti cardiovaskuler (mencegah gangguan pada pembuluh darah jantung)
  • Anti angina pectoris (mencegah nyeri dada)
  • Antikoagulan (mencegah terjadinya penggumpalan atau plak pada dinding pembuluh darah)
  • Anti arterioklerosis (mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah)
  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Deuretika (peluruh kencing)
  • Menurunkan ketegangan syaraf

Tinjaun ilmiah kandungan tanaman obat pada herbal CARDIOCARE

1. Blumea balsamifera (daun sembung)
Kandungan kimia : Borneol, sineol, di-methyletherphoroacetophenone, dan limonene. Tanaman ini memiliki efek farmakologis: melencarkan sirkulasi darah, menghilangkan bekuan darah (antikoagulan) dan menghilangkan pembengkakan serta anti rematik.

Tanaman ini berguna Untuk menghilangkan jantung berdebar, kejang jantung atau angina pectoris dan nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah karena kolesterol tinggi.

Pada formulasi herbal Cardiocare tanaman ini dimaksudkan untuk mencegah dan mengobati gangguan jantung.

2. Gynura precumbens/sambung nyawa
Kandungan kimia: Flavonoid, saponin, minyak atsiri, polifenol, dan steroid.
Tanaman ini memiliki efek farmakologis: anti bengkak (anti-inflamasi), melancarkan sirkulasi darah, hipotensif (menurunkan tekanan darah), menghilangkan bekuan darah.

Tanaman ini bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi, darah tinggi dan gula darah tinggi. Pada formulasi herbal Cardiocare tanaman ini dimaksudkan untuk mencegah dan mengurangi gangguan jantung akibat komplikasi dengan kolesterol, hipertensi dan diabet.

3. Gynura sagetum/daun dewa
Kandungan kimia: Saponin, minyak atsiri, flavonoid, senesfilin, alkaloid, dan tannin. Tanaman ini memiliki efek farmakologis: antikoagulan/ anti trombik, zat yang dapat mencegah terjadinya penggumpalan atau plak pada dinding pembuluh darah dan dapat mencairkan bekuan darah sehingga dapat menghambat proses ateroklerosis (penyempitan / pengerasan pembuluh darah), tanaman ini juga berfungsi membuang racun dan melancarkan sirkulasi darah.

Pada formulasi herbal Cardiocare tanaman ini dimaksudkan untuk mencegah dan mengurangi gangguan jantung terutama Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan cara mencegah penyempitan pembuluh darah jantung (antiateroklerosis)

4. Cintella asiatica/pegagan
Kandungan kimia: Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Tanaman ini memiliki efek farmakologis sebagai deuretika, anti pikun, menenangkan fikiran dan melancarkan sirkulasi darah di otak

5. Morinda citrifolia/mengkudu
Kandungan kimia: xeronine, proxeronine, steroid alami, alizarin, lysin, sodium, asam kaprat, asam kaprilat, asam kaproat, arginine, antraquinone, trace elements, fenilalanin, selenium, magnesium, dan lain-lain. Tanaman ini juga memiliki efek farmakologis hipotensif, hipolipidemik, deuretika , dan juga bermanfaat menjaga kesehatan jantung.

Komposisi Efek farmakologi
Daun sembung Anti koagulan, anti angina pectoris, anti cardiovaskuler
Sambung nyawa Antikoagulan, hipolipidemik, hipotensif, anti-inflamasi
Daun dewa Antikoagulan, antiateroklerosis
Mengkudu Deuretik, Antihipertensi
Pegagan Melancarkan sirkulasi darah di otak, anti pikun

Aturan minum

  • Pengobatan 3 x sehari 3 kapsul diminum sampai sembuh
  • Untuk pengobatan optimal minum sampai 5 botol
  • Pencegahan / pemeliharaan 2 x sehari 2 kapsul.
  • Bagi anda yang juga menkonsumsi obat kimia, obat herbal di minum 1-2 jam sebelum / setelah meminum obat kimia
  • Tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan anak-anak

Anjuran (terapi pendukung)

  • Memperbanyak minum air putih 8 gelas perhari
  • Olahraga teratur dan istirahat yang cukup
  • Pola makan gizi seimbang
  • Hindari stress, jangan merokok dan jangan meminum alkohol
  • Baik dikombinasikan dengan herba sarang semut papua
  • Lakukan terapi hijamah / bekam sebulan sekali
  • Bersabarlah dan berharaplah kesembuhan hanya dari Allah

Di padu dengan,

Papua Sarang semut
Terbukti secara empiris atasi penyakit kronis

Komposisi : Myrmecodia pendans 100%

Insyallah berkhasiat mengobati:
Berbagai jenis kanker dan tumor; Seperti kanker payudara, otak, hidung, lever, paru-paru, usus, rahim, kulit, prostat, dan kanker darah (leukimia), Jantung Koroner dan berbagai gangguan jantung, Stroke berat dan ringan, Membantu mengobati Lupus, Menghilangkan benjolan-benjolan pada payudara, Gangguan ginjal dan prostat, TBC & masalah paru-paru, Ambien (Wasir) baru maupun lama, Sakit kepala sebelah, Migrain, Reumatik, Melancarkan peredaran darah, pegal linu, dan nyeri otot, Meningkatkan vitalitas, memperbaiki dan meningkatkan stamina tubuh.

________________________________________

Penyakit jantung ini meliputi jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit arteri perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung congenital, thrombosis vena dalam, dan emboli paru.

Diperkirakan sekitar 17,1 juta penduduk dunia (29% dari kematian global) meninggal akibat penyakit kardiovaskular di tahun 2004. Dengan komposisi sekitar 7,2 juta meninggal akibat penyakit jantung koroner, dan 5,7 juta meninggal akibat stroke. Pada tahun 2030 angka kematian akibat penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat menjadi 23,6 juta jiwa, terutama akibat penyakit jantung dan stroke.

Tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular ini menarik perhatian para ahli untuk mengatasi, mengurangi dan mencegah kejadian penyakit ini. Untuk itu perlu diketahui apa saja faktor penyebab penyakit kardiovaskular yang dapat dikendalikan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular.

Untuk lebih memudahkan, beberapa faktor tersebut dibagi menjadi dua, yaitu modified factor dan unmodified factor. Berikut ini beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang lebih mudah terkena penyakit kardiovaskular:

UNMODIFIED FACTOR
Faktor berikut ini merupakan faktor yang meningkatkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular, namun tidak bisa dimodifikasi / dihindari seperti:

1. Usia

Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan lamanya seseorang terpajan dengan beberapa faktor risiko yang lain. Semakin lama terpajan dengan faktor risiko, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Yang termasuk risiko tinggi untuk laki-laki adalah di atas usia 45 tahun, sedangkan perempuan di atas 55 tahun.

2. Jenis kelamin

Seorang laki-laki akan memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibanding perempuan.

3. Riwayat keluarga

Adanya anggota keluarga yang terkena penyakit kardiovaskular akan meningkatkan risiko seseorang juga terkena penyakit kardiovaskular.

4. Riwayat penyakit kardiovaskular sebelumnya

Seseorang yang pernah mengalami penyakit kardiovaskular sebelumnya, seperti angina, infark miokard, stroke, PTCA, dan kejadian kardiovaskular lain memiliki risiko lebih tinggi untuk serangan berikutnya.

MODIFIED FACTOR

Sedangkan faktor risiko pada kelompok ini, masih bisa dimodifikasi untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, diantaranya:

1. Dyslipidemia

Kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol total yang tinggi, serta kadar HDL yang rendah merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

2. Diabetes mellitus

Seseorang yang menderita DM memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini antara lain berhubungan dengan adanya dislipidemia yang sering terjadi pada pasien DM.

Diperkirakan jumlah penderita DM di Indonesia pada tahun 2030 sekitar 12 juta di daerah urban dan 8,1 juta di daerah rural.

3. Hipertensi

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Dalam salah satu penelitian menunjukkan angka kematian meningkat 2 kali lipat pada setiap peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg atau diastolik sebesar 10 mmHg.

4. Merokok

Merokok juga tentunya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Obesitas

Seseorang dengan berat badan obesitas akan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal. Obesitas, terutama pada obesitas sentral berhubungan dengan sindroma metabolik (hipertensi, hiperglikemi, dislipidemia) yang didasari oleh insulin.

TIPS PENCEGAHAN KARDIOVASKULAR
Dari beberapa faktor risiko di atas, tentunya kita harus bisa mengendalikan berbagai faktor risiko tersebut agar dapat mengurangi risiko terjadi penyakit kardiovaskular.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular:

1. Mengendalikan kadar kolesterol darah

Pemeriksaan kadar kolesterol pada seseorang tanpa risiko atau dengan faktor risiko = 2 dan LDL < 130 mg/dL sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun. Apabila kadar kolesterol tinggi sebaiknya diet rendah kolesterol, diberikan terapi yang tepat dan periksa ulang setiap 3 bulan. Apabila terdapat dislipidemia, maka harus diberikan terapi yang tepat.

Berikut ini bisa dilihat kategori kadar kolesterol dalam darah:

2. Mengendalikan gula darah

Dengan cara melakukan pemeriksaan rutin kadar gula darah dan HbA1c, kadar gula darah dapat dikendalikan dengan baik. Apabila kadar gula darah tinggi, maka harus dilakukan pengaturan pola makan dan pemberian terapi antidiabetik yang tepat.

Target pengendalian gula darah pada pasien DM menurut PERKENI:
– Gula darah puasa : < 110 mg/dL
– Gula darah postprandial : < 140 mg/dL
– HbA1c : < 6,5 %

3. Mengendalikan tekanan darah

Dengan menurunkan tekanan darah dapat mengurangi 20-25% risiko miokard infark, 34-40% stroke dan lebih dari 50% gagal jantung. Sehingga menjadi penting untuk selalu menjaga tekanan darah dalam batas normal.

Target penurunan tekanan darah untuk pasien DM adalah < 130/80 mmHg. Hal ini bisa dilakukan dengan kontrol tekanan darah secara rutin dan terapi antihipertensi yang tepat, minimal dilakukan setiap bulan sekali untuk penderita hipertensi.

4. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko yang banyak ditemukan di Indonesia. Dengan mengurangi merokok seseorang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Menurunkan berat badan

Penurunan berat badan diperlukan dalam pengendalian hipertensi, dislipidemia dan DM. Sehingga diharapkan dengan penurunan berat badan akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan 5-10% berat badan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini bisa dilakukan dengan perubahan perilaku pola makan dan peningkatan aktivitas jasmani.

Literatur:
1. Chobanian AV, Bakris GL, Black HR, et al, and the National High Blood Pressure Education Program Coordinating Committee. The seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure: the JNC 7 report. JAMA. 2003;289:2560-2572.
2. PB Perkeni. Petunjuk Praktis. Penatalaksanaan dislipidemia. PERKENI. Jakarta.
3. PB PERKENI. Konsensus Pengelolaan & Pencegahan DM Tipe 2 di Indonesia 2006. PERKENI. Jakarta. p1
4. WHO
5. http://www.depkes.go.id
6. Lewington et al. Lancet 2002;360:1903–13

#dexa medica

Perihal lataghdhab
Toko Al-Khair Online - Mudah, Aman dan Amanah :: Segala Kebaikan Obat Ada di Thibbun Nabawi dan Herbal Alami :: FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP#Bank KIRIM KE 081210110323. Barokallahu fykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: