Hernia, jenis, resiko dan penanganannya…

Harga :  Rp 210.000,-

FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS
Jenis Produk  & Jumlahnya#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP
KIRIM KE  0812 10 1 10 323

Definisi

Hernia berasal dari bahasa Latin, herniae, yang artinya penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga tersebut. Dinding rongga yang lemah itu kemudian membentuk suatu kantung dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Sebagai gambaran, hernia adalah masuknya isi dari suatu organ ke dalam suatu kantong karena berbagai hal. Bisa dibilang, apapun yang masuk ke kantung dan keluar dari tempatnya itu disebut hernia. Misalnya, jika sebagian organ usus masuk ke dalam kantung yang terdapat pada pusar. Kejadian itu disebut dengan hernia umbilical.

Jenis

Hernia dibedakan atas beberapa jenis. Penamaannya disesuaikan menurut letaknya. Bila terjadi di paha, maka disebut hernia femoralis, di pusar dinamai hernia umbilikalis, dan di sekat rongga dada disebut hernia diafragmatika. Ada juga  hernia inguinalis yang terjadi di daerah lipat paha.

Selain itu, ada jenis hernia insisional. Hernia jenis ini terjadi setelah seseorang mengalami operasi. Hal ini terjadi karena setelah pembedahan, biasanya kekuatan jaringan tidak seratus persen kembali seperti semula. Daerah tersebut kemudian jadi lemah dan dapat mengalami hernia.

Diantara semua jenis, yang paling sering terjadi adalah hernia inguinalis atau yang lebih dikenal dengan istilah turun berok.

Faktor risiko

Segala jenis hernia dapat terjadi pada siapa saja dan usia berapa saja. Meski demikian, kaum lelaki tercatat lebih banyak mengalami kasus hernia dibandingkan kaum perempuan. Banyak yang menganggap jika hernia terjadi jika seseorang sudah dewasa. Padahal, hernia dapat juga terjadi pada anak-anak.

Pada orang dewasa, hernia terjadi karena dua faktor utama. Pertama, adanya otot dinding rongga, misalnya perut , yang lemah. Kedua, adanya dorongan yang menyebabkan tekanan di dalam rongga perut meningkat. Biasanya hernia pada orang dewasa ini terjadi pada usia lanjut karena pada usia tersebut otot dinding rongga perut melemah.

Pada wanita, kegemukan juga dapat memungkinkan timbulnya tekanan berlebih di daerah yang lemah. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan usus terdorong hingga menonjol keluar.

Beberapa penelitian di negara Eropa menyatakan kebiasaan merokok, penyakit yang berkaitan dengan jaringan ikat, dan penyakit gula (diabetes) berpengaruh kepada timbulnya hernia. Ketiganya, mempengaruhi fungsi metabolisme pada jaringan ikat.

Inguinal hernia lebih sering terjadi pada kaum pria . Berikut beberapa hal yang dapat memperbesar risiko seseorang terkena hernia inguinal.

–   Faktor keturunan. Seseorang lebih berisiko terkena hernia jika ia mempunyai keluarga dekat yang pernah terkena hernia.

–    Memiliki penyakit tertentu. Jika seseorang memiliki penyakit tertentu seperti batuk kronis akan memicu terjadinya tekanan berlebih yang bisa menyebabkan hernia. Penyakit seperti konstipasi kronis juga dapat memperbesar risiko hernia.

–    Obesitas. Berat badan yang berlebih menyebabkan tekanan berlebih pada tubuh, termasuk pada bagian perut. Ini bisa menjadi salah satu pencetus hernia.

–    Faktor kehamilan. Hamil dapat melemahkan otot sekitar perut sekaligus memberi tekanan lebih pada bagian perut.

–    Faktor pekerjaan. Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan daya fisik dapat menyebabkan terjadinya hernia. Misalnya, pekerjaan buruh angkat barang.

–    Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur lebih berisiko terkena hernia inguinal dibanding bayi yang lahir normal.

–    Jika seseorang pernah terkena hernia, maka besar kemungkinan dirinya akan mengalami hernia lagi.

Gejala

Sebenarnya, orang awam bisa mengetahui gejala awal dari hernia, meski seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan penderita adalah adanya benjolan di lipatan paha. Benjolan ini akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan, atau mengangkat barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri akan hilang bila penderita berbaring.

Hernia sendiri bisa bersifat ringan atau reponibel, yaitu bagian usus yang keluar dapat masuk kembali ke rongga perut jika penderita berbaring atau didorong sendiri oleh penderita. Yang celaka bila hernia sudah masuk ke tahap lanjut yang disebut ireponibel. Pada tahapan ini, isi perut yang keluar tidak dapat masuk kembali meski didorong dari luar.

Yang perlu diwaspadai juga adalah jika cincin hernia berdiameter kecil. Pasalnya, bagian usus yang keluar dapat semakin banyak dan tidak dapat kembali lagi atau yang disebut hernia inkaserata. Bisa juga bagian usus yang terjebak tadi mengalami pembusukan dan mati karena tidak mendapat pasokan darah. Kondisi ini disebut dengan hernia strangulata. Jika dibiarkan terus, maka racun dari pembusukan tadi akan menyebar ke daerah perut dan bisa menyebabkan infeksi dalam tubuh. Akibat paling parah, dapat menyebabkan kematian pada penderitanya jika tidak segera ditangani.

 

Penanganan

Sebenarnya, tidak semua hernia harus dioperasi. Bila organ tubuh yang keluar masih bisa dimasukkan kembali, maka tindakan yang dilakukan bisa berupa menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah dibetulkan letaknya.

Bila sudah tidak dapat dibetulkan lagi letaknya, jalan yang harus dilakukan adalah operasi.

Operasi hernia merupakan tindakan bedah yang paling sering dilakukan setelah usus buntu. Bahkan, operasi hernia menjadi tindakan bedah tersering dilakukan di Inggris.

Prosedurnya adalah pembedahan dilakukan untuk menutup dan memperkuat bagian tubuh yang lemah. Otot perut dirapatkan untuk menutupi lubang yang ada.

Pada jaman baheula, operasi dilakukan dengan menempatkan penderita dalam posisi kepala di bawah agar isi hernia masuk kembali ke rongga perut akibat gaya gravitasi bumi. Saat ini, tindakan bedah hernia dengan teknik laparaskopi sudah bisa dilakukan. Keuntungannya adalah minimnya sayatan pada pasien.

Apakah setelah operasi semua jadi beres? Belum tentu. Sebagian penderita masih mengeluh bagian yang dioperasi seperti tertarik dan nyeri. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan jala sintetis yang dikenal dengan mesh untuk pasien pasca operasi. Selain itu, hernia juga bisa kambuh meski penderita sudah menjalani operasi. Kekambuhan ini bisa karena banyak hal. Jika pasien tetap “bandel” melakukan hal yang dilarang oleh dokter, kemungkinan kambuh semakin besar. Jadi, bisa dibilang operasi bukanlah jaminan sembuh. Apalagi jika pola hidup penderita tidak sehat.

Pencegahan

Pencegahan yang bis dilakukan untuk mencegah hernia antara lain :

–    Usahakan untuk mempertahankan berat tubuh yang sehat dan ideal. Hal ini dapat membantu mengurangi tekanan pada otot bagian perut.

–    Konsumsi makanan yang memiliki kandungan serat tinggi. Buah-buahan, sayuran, dan makanan yang terbuat dari gandum sangat disarankan untuk dikonsumsi. Makanan tersebut mengandung banyak serat yang membantu mencegah konstipasi dan mengurangi tekanan pada bagian perut.

–   Hindari mengangkat barang yang terlalu berat. Jika memang harus mengangkat barang yang berat, lakukan dengan cara yang benar. Tekuk lutut Anda dan hindari membungkuk untuk mengurangi tekanan.

–   Hindari rokok ataupun asapnya. Rokok beserta asapnya bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti batuk kronis yang dapat mencetuskan hernia.

Terapi Herbal untuk hernia seperti gambar yang tertera diatas, semoga dengan izin Allah, Allah memberi kesembuhan.

Perihal lataghdhab
Toko Al-Khair Online - Mudah, Aman dan Amanah :: Segala Kebaikan Obat Ada di Thibbun Nabawi dan Herbal Alami :: FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP#Bank KIRIM KE 081210110323. Barokallahu fykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: