Bipolar disorder (gangguan manik depresif)

Harga : Rp 40.000,-

FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS
Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP
KIRIM KE 081210110323

Gangguan bipolar atau yang juga dikenal sebagai gangguan manik depresif merupakan gangguan kejiwaan dimana penderita bisa mengalami dua macam suasana hati (mood) yang sangat ekstrim.

Pada satu ketika, ia bisa merasakan sangat antusias dan bersemangat. Seakan memiliki energi yang tidak ada habisnya. Namun, ketika suasana hatinya berubah buruk, si penderita bisa mengalami depresi hingga putus asa.

Gangguan bipolar baru muncul ketika seseorang sudah menginjak usia remaja. Keadaan ini akan terus berulang jika tidak dilakukan penanganan.

Penyebab
Gangguan ini dapat dipicu oleh banyak hal yang terjadi dalam hidup sehingga menyebabkan mood berubah-ubah. Stres juga dapat memicu munculnya gangguan bipolar.

Sedangkan untuk penyebab pasti dari gangguan kejiwaan yang diderita sekitar 2.5 persen populasi di Amerika ini masih belum diketahui. Hanya saja, beberapa dugaan mengaitkan gangguan ini dengan faktor generika. Sehingga ketika dilakukan wawancara untuk pemeriksaan, biasanya psikiater juga akan menanyakan riwayat keluarga si penderita.

Menurut beberapa kajian ilmiah yang dimuat dalam Ikatan Dokter Amerika, seseorang memiliki risiko 8 hingga 18 kali lebih besar terkena gangguan bipolar jika memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan bipolar.

Gejala

Penderita tak mampu mengendalikan mood yang dirasakan. Penderita juga terlalu larut dengan suasana emosinya sendiri dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Penderitanya bisa terlihat terlalu bersemangat, atau sebaliknya terlalu depresi dalam kurun waktu yang tidak lumrah.

Fase dimana si penderita mengalami semangat dan energi berlebih disebut dengan fase manik. Gejalanya mencakup berpikir dengan cepat, cerewet, dan penurunan kebutuhan akan tidur. Bahkan, seringkali penderita terjaga selama beberapa hari tanpa menunjukkan tanda kehabisan energi dan merasa diri tetap bersemangat. Tahap mania ini seringkali mempengaruhi cara berpikir, penilaian, dan perilaku sosial si penderita.

Fase ini berlangsung bisa beberapa hari hingga beberapa bulan sebelum akhirnya digantikan oleh fase selanjutnya, yaitu fase depresi. Untuk fase depresi, gejala penderita gangguan bipolar ini akan lebih sulit dikenali. Karena, jika belum mengalami fase manik, orang awam lebih banyak menganggapnya sebagai depresi saja. Padahal, gangguan manik depresif lebih berbahaya dibandingkan depresi saja.

Tanda lain dari gangguan bipolar adalah perilaku yang sangat impulsif dan tidak memikirkan risiko. Misalnya, si penderita bisa menjadi seorang shopaholic yang parah. Penderita bisa belanja tanpa memperhitungkan kondisi keuangannya.

Penderita tak mampu mengendalikan mood yang dirasakan. Penderita juga terlalu larut dengan suasana emosinya sendiri dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Penderitanya bisa terlihat terlalu bersemangat, atau sebaliknya terlalu depresi dalam kurun waktu yang tidak lumrah.

Fase dimana si penderita mengalami semangat dan energi berlebih disebut dengan fase manik. Gejalanya mencakup berpikir dengan cepat, cerewet, dan penurunan kebutuhan akan tidur. Bahkan, seringkali penderita terjaga selama beberapa hari tanpa menunjukkan tanda kehabisan energi dan merasa diri tetap bersemangat. Tahap mania ini seringkali mempengaruhi cara berpikir, penilaian, dan perilaku sosial si penderita.

Fase ini berlangsung bisa beberapa hari hingga beberapa bulan sebelum akhirnya digantikan oleh fase selanjutnya, yaitu fase depresi. Untuk fase depresi, gejala penderita gangguan bipolar ini akan lebih sulit dikenali. Karena, jika belum mengalami fase manik, orang awam lebih banyak menganggapnya sebagai depresi saja. Padahal, gangguan manik depresif lebih berbahaya dibandingkan depresi saja.

Tanda lain dari gangguan bipolar adalah perilaku yang sangat impulsif dan tidak memikirkan risiko. Misalnya, si penderita bisa menjadi seorang shopaholic yang parah. Ia bisa belanja tanpa memperhitungkan kondisi keuangannya.

Fase Manik : jika seseorang mengalami fase manik, maka ia akan merasa penuh energi, siap melakukan apapun, tidak terkalahkan, dan siap menghadapi apapun yang menghalangi niatnya.

Gejalanya :

  • Penderita seringkali mempunyai rencana yang tidak masuk akal dan tidak logis.
  • Berkurangnya nafsu makan dan jam tidur secara drastis.
  • Penderita bisa begadang semalaman tapi tidak terlihat tanda kelelahan.
  • Bicara yang sangat cepat dan sering berubah topik pembicaraan.
  • Kepercayaan diri yang sangat tinggi.
  • Sering mengambil keputusan tanpa berpikir risikonya. Akibatnya, seringkali keputusan yang diambil merugikan.
  • Cara berpakaian berubah menjadi lebih flamboyan dan fashionista.

Fase Depresi : merupakan kebalikan dari fase manik. Meski demikian, banyak orang yang mengalami fase ini lebih banyak dibandingkan fase manik.

Gejalanya :

  • Sedih dan sering menangis.
  • Tidak peduli dengan keadaan diri sendiri. Tidak ingin mandi, ganti baju, atau bahkan inginnya hanya mengurung diri saja.
  • Penderita bisa mengalami susah tidur (insomnia) atau bahkan terlalu banyak tidur (hipersomnolens).
  • Banyak dari penderita tidak berselera pada makanan dan kehilangan berat badannya.
  • Penderita sering mengalami kesulitan berpikir dan masalah pada ingatannya karena merasa depresi.
  • Penderita mengucilkan diri dari lingkungan sosialnya.
  • Hobi yang biasa dilakukan untuk menghilangkan stres sudah tidak lagi menarik bagi si penderita.
  • Selalu merasa pesimis, tidak berguna, dan hilang harapan.
  • Penderita bisa terkena penyakit kronis dan keluhan fisik lainnya tanpa sebab yang jelas.
  • Yang paling parah, penderita bisa merencanakan untuk bunuh diri karena merasa sudah tidak memiliki tujuan untuk hidup.

Dalam kasus gangguan bipolar, perubahan suasana hati bisa terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba. Pada tipe klasik, perubahan mood tidak sering terjadi. Hanya sekitar 1 atau 2 periode mood, baik manik maupun depresi, dalam satu tahun.

Sedangkan pada tipe rapid cycling bipolar disorder, perubahan mood yang terjadi bisa berlangsung drastis. Perubahan ini bisa terjadi lebih dari empat kali dalam satu tahun.

Penanganan
Semakin lama gangguan ini terlacak dan ditangani, semakin besar pula kerugian yang diderita akibat perilaku tidak wajar si penderita. Bahkan dapat mencegah kemungkinan bunuh diri yang mungkin akan dilakukan si penderita.

Penanganan utama yang dapat dilakukan antara lain dengan memberikan terapi obat (medikamentosa). Obat yang diberikan berupa anti depresi dan mood stabilizer. Tergantung dari kondisi si pasien saat itu. Jika ia dalam tahap depresi maka akan diberi obat anti depresi. Obat ini sifatnya simptomatik atau hanya meredakan gejala. Meski demikian, resep ini terbukti efektif menekan risiko paling fatal dari gangguan bipolar.

Adapun terapi lain yang dapat dilakukan adalah psikoterapi. Pada terapi ini. psikiater akan mengajak pasien untuk berdiskusi seperti curhat dan menemukan solusi atas masalah yang mungkin menjadi pencetus gangguan bipolar.

Penanganan tidak selesai begitu saja. Pasien juga perlu mendapat pengawasan dan kontrol dari kerabat dan ahli medis meski telah mendapat pengobatan.  Gangguan bipolar ini sebenarnya merupakan gangguan kejiwaan yang akan semakin parah jika tdak dilakukan terapi yang tepat.

Perihal lataghdhab
Toko Al-Khair Online - Mudah, Aman dan Amanah :: Segala Kebaikan Obat Ada di Thibbun Nabawi dan Herbal Alami :: FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP#Bank KIRIM KE 081210110323. Barokallahu fykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: