Khasiat Jamur, Menghambat HIV sampai Ampuh Tekan Depresi

Masyarakat telah sejak lama mengkonsumsi jamur sebagai pelengkap makan nasi, dan akhir-akhir ini masyarakat modern juga banyak menyukai jamur ini, karena selain rasanya yang enak, jamur juga dipercaya memiliki banyak khasiat untuk meningkatkan kesehatan. Kini jamur tidak lagi hanya diambil dari alam, tetapi telah banyak dibudidayakan, bahkan diimpor  dari negara lain, karena banyaknya permintaan konsumen.

Berbagai jenis jamur ternyata mengandung senyawa imunomodulator yang berkhasiat penting bagi kesehatan manusia. Senyawa itu, beta-glukan, diambil melalui proses ekstraksi. Peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengolahnya menjadi minuman dicampur jeruk nipis. Nawa Tunggal

Penelitian pascapanen jamur pangan ini dimulai tiga tahun terakhir. Namun, penelitian untuk pembibitan dan pembudidayaannya sejak tahun 2001,” kata Netty Widyastuti, profesor riset untuk bidang jamur pada Pusat Teknologi Bioindustri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kamis (22/12), di Jakarta.

Beberapa jenis jamur pangan yang diteliti adalah Volvariella volvaceae (jamur merang), Pleurotus sp (jamur tiram), Auricularia auricula (jamur kuping), Agaricus sp (jamur kancing), dan Lentinus edodes (jamur shitake).

Untuk pembuatan minuman ekstrak jamur, dipilih jamur merang, jamur tiram, jamur kuping, dan jamur shitake. Dari penelitian, hanya jamur tiram dan shitake yang memenuhi syarat kandungan beta-glukan mudah untuk diencerkan kembali.

”Proses ekstraksi jamur membutuhkan keahlian dan alat khusus, seperti sentrifus untuk mengisolasi beta-glukan dari komponen-komponen lain,” kata Netty.

Jika masyarakat ingin memproduksi minuman berkhasiat dengan bahan baku jamur, Netty menyarankan cukup dengan merebus saja. Itu cara yang termudah dan tidak merusak kandungan beta-glukan pada jamur.

”Pemasakan jamur sudah terbukti tidak merusak kandungan beta-glukan,” kata Netty.

Beta-glukan merupakan salah satu komponen penyusun dinding sel jamur. Komponen lain meliputi glycoprotein, mannoprotein, chitin, dan plasma membrane.

”Beta-glukan diisolasi untuk memudahkan produksi skala industri yang akan menggunakan bahan ini,” kata Netty.

Penggunaan beta-glukan dari jamur tiram lebih disarankan karena produksi dan harganya lebih ringan dibandingkan jamur shitake. Jamur tiram juga lebih mudah dan lebih cepat untuk dibudidayakan.

Jamur tiram dapat diolah pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan jamur shitake pada suhu 15-20 derajat celsius. Usia panen jamur tiram 40 hari, jauh lebih cepat dibandingkan dengan jamur shitake yang mencapai 4-5 bulan. ”Jamur shitake banyak diproduksi di China,” kata Netty.

Manfaat Bagi Kesehatan
Dari literatur, jamur pangan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Manfaatnya, antara lain, sebagai penurun kolesterol, antihipertensi, antikanker, antivirus, antidiabetes, serta mampu meningkatkan stamina dan kebugaran tubuh.

Kandungan asam glutamat pada jamur juga meningkatkan aroma dan cita rasa masakan. BPPT juga mengolah ekstrak jamur untuk penyedap rasa.

”Minuman dan penyedap rasa dari ekstrak jamur ini akan dipatenkan,” kata Netty.

Untuk meningkatkan konsumsi melalui produk turunan jamur dibutuhkan ketersediaan bahan baku jamur. Ketua Umum Asosiasi Pembudidaya Jamur Indonesia (APJI) Krisna Rubowo mengoreksi pernyataannya bahwa produksi dan konsumsi jamur dalam negeri terus menyusut (Kompas, 21/12).

”Tidak benar kalau saya mengatakan produksi dan konsumsi jamur dalam negeri menyusut. Yang terjadi adalah sebaliknya, meningkat,” katanya.

Krisna memperkirakan, saat ini produksi jamur dalam negeri mencapai 1 juta ton per tahun. Namun, ia mengakui tidak memiliki data akurat sebab data sejumlah instansi pemerintah tidak sama.

Persaingan produk jamur dalam negeri dengan jamur impor dari China menguat. Krisna mencontohkan, produksi jamur di China menguasai 70 persen produk jamur dunia.

”Di China, sekitar 30 juta penduduk terlibat dalam produksi jamur,” kata Krisna.

Ia menyebutkan, pada 1978 China baru memproduksi 700.000 ton jamur. Pada 2008 sudah mencapai 7 juta ton jamur per tahun dan sebanyak 50 persen diekspor.

Menurut Netty, sosialisasi konsumsi jamur menjadi penting untuk memicu gairah petani jamur dalam meningkatkan kualitas dan produksi. Produk turunan jamur berupa minuman dan penyedap rasa menjadi bagian strategi untuk meningkatkan konsumsi jamur.

Tujuan lebih penting lagi adalah meningkatkan konsumsi jamur untuk mengurangi risiko terkena berbagai penyakit degeneratif. Saat ini urutan penyakit degeneratif yang paling mematikan adalah jantung koroner, kelainan pembuluh darah, diabetes, hipertensi, dan kanker

Beta-glukan Jamur Shitake Hambat HIV
Salah satu alasan Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi atau BPPT menyosialisasikan pentingnya konsumsi jamur pangan, karena di antaranya jamur shitake (Lentinus edodes) memiliki senyawa beta-glukan sebagai imunomodulator, juga mampu menghambat virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Virus HIV menurunkan sistem kekebalan tubuh bagi penderitanya yang kemudian disebut terserang AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).

“Berbagai jenis jamur pangan sangat baik untuk dikonsumsi, karena memiliki khasiat penting bagi kesehatan,” kata Netty Widyastuti, seorang profesor riset bidang biologi, khususnya jamur, dari Pusat Teknologi Bioindustri BPPT, Selasa (20/12/2011) di Jakarta.

Kemampuan beta-glukan pada jamur shitake untuk menghambat HIV telah diuji dalam sebuah riset di Jepang. Menurut Netty, senyawa imunomodulator pada jamur pangan lainnya pada prinsipnya memiliki kemampuan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pada berbagai jenis jamur pangan lainnya, beta-glukan juga diketahui sebagai penurun kolesterol, antihipertensi, antikanker, antivirus, dan antidiabetes. “Kelebihan senyawa beta-glukan pada jamur ini tidak pernah rusak, meskipun dengan cara pemasakan jamur pada suhu tertentu,” kata Netty.

Netty mengatakan, konsumsi berbagai jenis jamur pangan juga meningkatkan kebugaran tubuh.

Beberapa jenis jamur pangan lainnya meliputi Volvariella volvaceae (jamur merang), Pleurotus sp (jamur tiram), Auricularia auricula (jamur kuping), dan Agaricus sp (jamur kancing).

Kandungan gizinya tinggi, mencakup protein, lemak tidak jenuh, serat, asam amino esensial, vitamin, mineral, hormon, dan  enzim. Peningkatan konsumsi jamur pangan bisa diharapkan untuk mengurangi jumlah kasus kekurangan gizi di Indonesia.

Berdasarkan data survei pada  tahun 2005, dari 366 kabupaten dan kota yang diamati masih terdapat  110 kabupatan dan kota (30 persen) rawan pangan dengan risiko tinggi. Kemudian 86 kabupatan/kota (18 persen) rawan pangan dengan risiko sedang.

Bagi penyandang penyakit degeneratif seperti diabetes, konsumsi jamur juga sangat penting. Badan Kesehatan PBB (WHO) memprediksikan  dalam 3 tahun ke depan penyandang diabetes di dunia dapat mencapai jumlah 300 juta orang.

Di Indonesia, pada tahun 2000 jumlah penyandang diabetes ini mencapai 5,6 juta orang dan diprediksikan pada tahun 2020 menjadi 8,2 juta orang.

Jamur Psilocybin, Memabukkan Ampuh Tekan Depresi
Kandungan mineral pada jamur sudah sangat terkenal. Fungsi yang beragam dapat dipetik dari jamur, mulai sebagai bahan pangan, hingga khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Salah satu peneliti, Dr. Robin Carhart-Harris, dari Departemen Kesehatan di Imperial College London, mengatakan bahwa sejak 1950-an, jenis jamur psilocybin sudah diteliti secara biologis, namun pengunaannya belum diakui secara efektif.

Meski jamur ini sering dikatakan sebagai jamur ajaib atau magic mushroom yang telah dikenal luas di kalangan pemuda di dunia untuk mencari kesenangan sesaat dalam berhalusinasi, membuat tidak sadarkan diri dan kesenangan semu, namun jamur ini ternyata dapat menekan tingkat depresi.

Hal tersebut berkaitan dengan sebuah penelitian yang mengungkapkan tentang rendahnya tingkat kecemasan seseorang setelah menerima terapi dari kandungan jamur psilocybin selama enam bulan.

Penelitian yang juga dikutip dari everydayhealth.com, menambahkan akan fungsi dari kandungan jamur psilocybin sebagai anti depresan.

Manfaat dari jenis jamur yang memiliki warna kecoklatan dengan bentuk tangkai panjang dan ramping ini, berkhasiat sama seperti obat Lysergic Acid Diethyliamide yang akan membuat cara berpikir menjadi realistis setelah mengkonsumsinya dalam rentang waktu setelah 20 menit.

Sumber: Kompas/MI

Harga :  Rp 75.000,-

 FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS
Jenis Produk  & Jumlahnya#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP
KIRIM KE  0812 10 1 10 323

Nama Produk : Kapsul Jamur Lingzhi

Komposisi: Ganoderma lucidium,

Khasiat kegunaan:
– Meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit
– Mengatasi susah tidur
– Menurunkan kadar kolesterol
– Sebagai terapi hepatitis kronis
– Memperlambat pertumbuhan sel kanker
– Meningkatkan gairah seksual

Khasiat jamur lingzhi telah dibuktikan selama puluhan bahkan ratusan tahun. Jamur ini sudah digunakan semenjak 4743 tahun yang lalu di negri Cina. Khasiatnya bisa dibilang luar biasa. Ini tak lain karena jamur ini mengandung senyawa germanium organik yang sangat tinggi. Lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada gingseng. Zat lain yang menonjol adalah berbagai jenis polisakarida yang berkhasiat obat. Selain itu ada juga Adenosin, triterpenoid, dan asam ganoderik yang juga berkhasiat obat. Sinergi  berbagai kandungan kimia alami dalam jamur lingzhi inilah yang memberikan efek pengobatan yang luar biasa.

Isi 80 kapsul/botol

Perihal lataghdhab
Toko Al-Khair Online - Mudah, Aman dan Amanah :: Segala Kebaikan Obat Ada di Thibbun Nabawi dan Herbal Alami :: FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP#Bank KIRIM KE 081210110323. Barokallahu fykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: